Pasar saham

IHSG melemah mengikuti Asia saat investor menghindari risiko.

Kenaikan harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah membebani sentimen bursa Indonesia dan kawasan.

Tim Redaksi TSI 3 menit baca
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta
Foto: Iqro Rinaldi / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

IHSG ditutup di zona merah

Indeks Harga Saham Gabungan melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke posisi 6.541,38 pada penutupan perdagangan Jumat. Indeks LQ45 juga turun 0,95 persen ke level 649,72.

Tekanan terjadi secara luas. Seluruh sebelas sektor dalam klasifikasi IDX-IC ditutup melemah, dengan sektor barang konsumen nonprimer, transportasi dan logistik, serta infrastruktur mencatat penurunan terbesar.

Harga minyak mengubah selera risiko

Ketegangan di Timur Tengah dan minyak global di atas US$100 per barel mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko. Sentimen yang sama terlihat di sejumlah bursa utama Asia.

Energi yang lebih mahal menambah kekhawatiran terhadap inflasi dan peluang kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih ketat. Bagi Indonesia, kenaikan minyak juga menimbulkan perhatian terhadap biaya impor dan beban subsidi energi.

Data domestik tetap perlu dibaca

Di tengah sentimen global yang lemah, pasar juga mencermati Indeks Penjualan Riil Juli yang tumbuh 1,1 persen secara tahunan setelah terkontraksi pada bulan sebelumnya. Data tersebut memberi sinyal bahwa permintaan konsumen masih bertahan.

Pergerakan berikutnya akan bergantung pada kombinasi harga minyak, data inflasi Amerika Serikat, arah suku bunga The Fed, dan kekuatan indikator ekonomi dalam negeri.

Jadi bagian dari percakapan

Ada berita yang perlu dibahas?

Bawa sudut pandangmu ke percakapan komunitas.

Sapa admin di WhatsApp